Jumat, 01 April 2011

KETIKA MALAIKAT MENCABUT NYAWA

Baginda Rasulullah SAW bersabda : "Apabila telah sampai ajal seseorang itu maka akan masuklah satu kumpulan Malaikat ke dalam lubang-lubang kecil dalam badan dan kemudian mereka menarik rohnya melalui kedua telapak kakinya sehingga sampai kelutut. Setelah itu datang pula sekumpulan Malaikat yang lain masuk menarik roh dari lutut hingga sampai ke perut dan kemudian Mereka keluar. Datang lagi satu kumpulan Malaikat yang lain masuk dan menarik rohnya dari perut hingga sampai ke dada dan kemudian Mereka keluar. Dan akhir sekali datang lagi satu kumpulan Malaikat masuk dan menarik roh dari dadanya hingga sampai ke kerongkongan dan itulah yang dikatakan saat sekarat orang itu."

Sambung Rasulullah SAW.. lagi : : "Kalau orang yang sekarat itu beriman, maka Malaikat Jibril AS. akan menebarkan sayapnya yang sebelah kanan sehingga orang yang sekarat itu dapat melihat tempatnya di Syurga. Ketika orang yang beriman itu melihat syurga, maka dia akan lupa kepada orang yang berada disekelilingnya. Ini adalah karena sangat rindunya pada Syurga dan melihat terus pandangannya kepada sayap Jibril AS."

Kalau orang yang sekarat itu orang munafik/kafir, maka Jibril AS. akan menebarkan sayap sebelah kiri. Maka orang yang sekarat itu dapat melihat tempatnya di Neraka dan dalam keadaan tersebut orang itu tidak lagi melihat orang disekelilingnya. Ini adalah karena terlalu takutnya ketika melihat Neraka yang akan menjadi tempat tinggalnya.

Dari sebuah hadits bahwz apabila Allah SWT. menghendaki seorang mukmin itu dicabut nyawanya, maka datanglah Malaikat Maut. Ketika Malaikat Maut hendak mencabut nyawaorang mukmin itu dari arah mulut maka keluarlah Dzikir dari mulut orang mukmin itu dengan berkata :
"Tidak ada jalan bagimu mencabut nyawa orang ini melalui jalan ini, karena orang ini senantiasa menjadikan lidahnya berdzikir kepada Allah SWT." Setelah Malaikat Maut mendengar penjelasan itu, maka dia pun kembali kepada Allah SWT. dan menjelaskan apa yang diucapkan oleh lidah orang mukmin itu. Lalu Allah SWT. berfirman sebagai berikut : "Wahai Malaikat Maut, kamu cabutlah nyawabya dari arah lain."

Setelah Malaikat Maut mendapat perintah Allah SWT. maka Malaikat Maut pun mencoba mencabut nyawa orang mukmin dari tangan. Tapi keluarlah sedekah dari arah tangan orang mukmin itu, keluarlah usapan kepala anak-anak yatim dan keluarlah penulisan ilmu. Maka berkata tangan : "Tidak ada jalan bagimu untuk mencabut nyawa orang mukmin dari arah ini, tangan ini telah mengeluarkan sedekah, tangan inj mengusap kepala anak-anak yatim dan tangan ini menulis ilmu pengetahuan."

Oleh karena malaikat maut gagal untuk mencabut nyawa orang mukmin dari arah tangan, maka malaikat maut coba pula dari arah kaki. Malangnya malaikat maut juga gagal melakukannya sebab kaki berkata : "Tidak ada jalan bagimu dari arah ini, karena kaki ini senantiasa berjalan berulang-kali mengerjakan Shalat dengan berjamaah dan kaki ini juga berjalan menghadiri majlis-majlis ilmu."

Ketika Malaikat Maut gagal mencabut nyawa orang mukmin dari arah kaki, maka malaikat maut coba pula dari arah telunga. Saat malaikat maut menghampiri telinga, maka telinga pun berkata : "Tidak ada jalan bagimu dari arah ini, karena telinga ini senantiasa mendengar bacaan Al-Qur'an dan Dzikir."

Terakhir malaikat maut coba mancabut nyawa orang mukmin dari arah mata, tetapi baru saja hendak menghampiri, mata berkata : "Tidak ada jalan bagimu dari arah ini, sebab mata ini senantiasa melihat beberapa mushaf dan kitab-kitab dan mata ini senantiasa menangis karena takut kepada Allah."

Setelah gagal, maka malaikat maut kembali kepada Allah SWT. Kemudian Allah SWT. berfirman sebagai berikut : "Wahai malaikatKu, tulis AsmaKu ditelapak tanganmu dan tunjukkan kepada ruh orang yang beriman itu." Setelah mendapat perintah Allah SWT. maka malaikat maut menghampiri dan menunjukkan Asma Allah SWT.

Setelah melihat Asma Allah dan cintanya kepada Allah SWT. maka kekuarlah ruh tersebut dari arah mulut dengan tenang.

Abu Bakar RA. telah ditanya tentang kemana ruh pergi setelah ia keluar dari jasad. Maka Abu Bakar RA. berkata : "Roh itu menuju ke tujuh tempat :-
1. Ruh para Nabi dan Rasul menuju ke Syurga Adn.
2. Ruh para ulama menuju Syurga Firdaus.
3. Ruh mereka yang berbahagia menuju Syurga Illiyyina.
4. Ruh para Syuhada berterbangan seperti burung sesuai kehendak mereka.
5. Ruh para mukmin yang berdosa akan tergantung di udara sampai hari kiamat.
6. Ruh anak-anak orang yang beriman akan berada di gunung dari minyak misik.
7. Ruh orang-orang kafir akan berada dalam neraka."

Telah bersabda Rasulullah SAW : "Tiga golongan manusia yang akan dijabat tangannya olehbpara malaikat pada hari mereka keluar dari kuburnya :-

1. Orang-orang yang mati Syahid.
2. Orang-orang yang mengerjakan shalat malam dalam bulan Ramadhan.
3. Orang-orang yang berpuasa di hari Arafah."

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar